7 Tips Berpenghasilan di Rumah tanpa Mengorbankan Kebersamaan dengan Buah Hati

Ditulis oleh Sheila Ulfia Putri

Apakah Anda seorang Ibu yang ingin senantiasa membersamai dan merawat tumbuh kembang buah hati dengan baik, namun di sisi lain Anda merasa perlu memperoleh penghasilan?

Sebagai Ibu yang pernah bekerja di ranah publik, 12 jam dalam sehari berada di luar rumah dan meninggalkan si kecil bersama asisten rumah tangga.. Saya sangat memahami perasaan Anda.

Bunda.. sebaik-baik ART Bunda, tetap lebih baik benih bangsa tersebut bunda yang beri pupuk dan rawat dengan tangan bunda sendiri.

Menitipkan buah hati pada neneknya pun bukanlah solusi. Peluh ibunda kita yang dahulu merawat kita dengan baik, kita jatuh lagi puluhan tahun kemudian demi menyemai buah hati kita.

Fisiknya tak sesegar dulu masih harus berlarian untuk menyirami benih bangsa yang sangat aktif dan energik tersebut.

Saya paham.. pahaaamm sekali tentu bunda punya alasan mengapa harus bekerja di luar rumah.

Tapi bila alasan bunda hanyalah finansial semata.. di rumah pun bisa bunda.. bisa!

Bunda tak harus berjejalan di KRL atau berkejaran dengan waktu dan kemacetan.

Tips ini tidak sekadar menunjukkan potensi bisnis apa yang bisa dijalankan di rumah, mungkin bunda lebih tahu. Karena tetap percuma jika bunda sibuk sendiri di rumah namun abai pada buah hati.

Contohlah, toko rumahan bunda ramai, atau jasa menjahit bunda berderet pelanggannya. Lantas si kecil bunda diamkan saja, pegang gadget, atau bermain sendiri tanpa arahan.

Nah, semoga dengan tips ini, Bunda benar-benar kembali ke rumah dan memenuhi peran bunda sebagai sebaik-baiknya Madrasatul Ula. Aamin.

Apa saja tips-nya?

1. Rumuskan Tujuan

Pejamkan mata dan bila perlu genggam tangan suami. Tanyakan padanya “Apakah tujuan Kakanda menikahi Adinda?” #eh, ya bahasanya sesuai gaya bahasa masing – masing ya ^^. Tanyakan pula pada diri Anda sendiri, apa tujuan hidup Anda? Apa tujuan Anda menikah dengan pria pilihan Anda? Jika ia bukan pilihan Anda, mengapa kiranya Anda yang menikah dengannya?

Pejamkan mata dan bayangkan buah hati Anda. Apa yang Anda harapkan dari ia kelak? Apa yang seharusnya Anda lakukan untuknya? Sudahkah Anda berupaya melakukan yang terbaik untuknya?

Rumuskan tujuan supaya jelas arah hidup Anda. Sebagaimana Anda ingin ke pasar atau kemanapun, Anda selalu menentukan tujuan dan menginformasikannya pada babang Ojek Online karena jika tidak, sudah dipastikan NYASAR.

Tujuan hidup orang tentunya berbeda sesuai pula dengan pengetahuan yang ia miliki. Ada yang bertujuan hidup mapan, masa tua nyaman, bisa jalan-jalan kemanapun.

Ada yang tujuan jauuuh sekali, yaitu melindungi diri dan keluarganya dari api neraka yang bahan bakarnya dari manusia dan batu. Tujuan yang saya sebut terakhir ini bukan asal tulis atau berdasarkan riset. Namun, ini adalah perintah yang dikhususkan kepada orang yang beriman, dalam Alquran Surat At Tahrim ayat 6.

Berbahagialah bila Anda telah menemukan tujuan hidup Anda, panggilan hidup Anda serta keluarga Anda. Karena selanjutnya Anda akan lebih paham, apa tujuan Anda sebenarnya bekerja?

Untuk apa seorang wanita harus bekerja jika kewajiban nafkah ada di tangan suami?

Apakah untuk membantu suami? Apakah suami perlu dibantu? Jika iya, Apakah Anda yang berkewajiban membantu suami sementara sejati rezeki bukanlah di tangan Anda?

Pertanyaan ini memiliki jawaban yang membutuhkan perenungan dalam, dan bisa berbeda jawabannya di setiap orang.

Karena alangkah indahnya jika seorang wanita bekerja untuk tujuan yang mulia, tak sekadar mengharap remahan duniawi. Supaya bisa selfie – selfie sedang makan di resto instagrammable, dengan baju kekinian dan tas ber-merk plus sepatu yang berbeda jenis dan modelnya sesuai occasion.

Atau supaya bisa membeli mobil mewah, rumah mewah dengan segala perabotan indahnya, serta jalan – jalan ke tempat mewah yang rupanya semua itu dibeli dengan cara ngutang yang bahasa kekiniannya yaitu KPR, kartu kredit, yang sebenarnya bahasa halus dari RIBA ?

R.I.B.A yang semua sepakat apapun mahzab yang dianut, bahwa Riba adalah HARAM. Bahwa dosa riba yang paling ringan sama menjijikkannya seperti orang yang berzina dengan ibu kandungnya sendiri. Dan pelaku riba, tahukah kamu bahwa pelaku riba ialah diperangi oleh Allah dan Rasul-Nya?

Yang sayangnya tak semua orang MAU lepas dari riba, karena indahnya riba memang melalaikan.

Begitupula dengan Indahnya bekerja di luar rumah (bagi wanita) memang mengasyikkan. Senangnya bila pula kesibukan, senangnya bila ‘diakui’, senangnya bisa menunjukkan potensi diri, sementara buah hati? bersama asisten yang belum jelas asal usul, karakter serta pendidikannya. Semua tertutup dengan gemerlap prestasi Ibu.

Ini bukan kisah tentang Anda, karena saya tidak tahu siapa saja yang membaca postingan ini. Ini adalah kisah tentang Saya, tentang masa lalu saya yang perlahan – lahan sedang kami perbaiki.

Jika Anda tidak kuat membaca postingan ini, silahkan tutup, dan tidak perlu di-share kemanapun. Namun, jika Anda merasakan yang Saya rasakan… tetaplah disini. Mari kita berjuang bersama!

Kembalilah ke rumah bunda..

Profesi apapun akan selalu ada yang menggantikan. Tidak harus Anda yang duduk disana. Namun, profesi sebagai IBU, dari anak – anak yang telah dipercayakan kepada Anda, hanya Anda yang bisa lakukan, yang harus Anda jalani dengan segenap hati.

Lalu, bagaimana dengan kebutuhan finansial?

Saya paham, mungkin Anda tetap perlu mencari sumber finansial baik untuk bersedekah, memenuhi kebutuhan sehari – hari, untuk dikirimkan ke keluarga dan lainnya.

Namun, satu hal yang pasti. Ada DIA yang menjamin seluruh rezeki, dan memang HANYA DIA yang bisa memberi Anda rezeki.

Jika Anda sudah mencapai keyakinan ini, Anda akan yakin dan percaya. Tanpa perlu mengeluarkan kaki dari rumah pun, rezeki finansial akan menyerbu Anda, plus insya Allah indahnya rezeki keberkahan dan kenikmatan keimanan serta ibadah.

Siap melaju ke tips berikutnya?



2. Restu Suami

Perumusan tujuan pada poin 1 tentulah harus dilakukan bersama suami (jika masih ada), atau bersama orangtua maupun wali Anda jika suami telah tiada. Dari perumusan tujuan di atas disimpulkan, bahwa Anda memang perlu bekerja.

Baik bekerja untuk social, maupun bekerja untuk memperoleh pundi – pundi financial. Restu dan Ridho suami adalah yang paling utama. Jalankan HANYA bila suami Anda ridho.



3. Kelola Waktu Secara Efektif dan Efisien

Pertama – tama yang perlu Anda lakukan disini ialah tulis semua rutinitas harian Anda. Evaluasi adakah waktu yang terbuang percuma serta tak berfaedah?

Contohnya : scrolling socmed tanpa tujuan, menonton drakor (ehem), atau mengobrol tak bermanfaat, dan aktivitas lain yang tentunya Anda lebih tahu.

Dari plot waktu tersebut akan didapatkan, waktu yang tepat bagi Anda untuk membersamai buah hati, serta waktu yang tepat untuk Anda memperoleh pendapatan dari rumah.

Contoh :

6.00 – 7.00 (1 jam) : Menyiapkan sarapan dan bekal sekolah

-> evaluasi kembali apakah waktu yang diperlukan benar 1 jam? Atau bisa dikurangi?

-> jika ternyata bisa, anggaplah 15 menit saja. 15 menit ini sangatlah berarti!

07.00 – 07.30 (30 menit) : Mandi, berpakaian dan Touch Up

-> Evaluasi kembali apakah perlu 30 menit? latih mandi secara efektif dan tetap bersih

-> Well, tak usah pilih baju terlalu lama. Seperti Mark Zuckeberg, konglomerat pemilik Facebook yang hanya memiliki baju berwarna abu – abu saja. Hal tersebut untuk efisiensi waktu. karena waktu 1 detik pun sangat berharga bunda!



Atur ulang dan kelola waktu dengan baik, dan akan menemukan berapa jumlah alokasi waktu untuk Anda menghasilkan pendapatan.

Contoh :

8.00 – 11.00 : Si kecil bersekolah

14.00 – 15.30 : Si kecil tidur

21.00 – 22.00 : ketika si kecil tidur

03.00 – 05.00 : ketika si kecil tidur

Ambillah kesempatan emas tersebut untuk Anda berkarya.

Dengan cara ini, si kecil tidak akan merasa ‘kehilangan Ibunya’ walau Ibunya di rumah. Pastikan pula detik – detik kebersamaan Anda bersama si kecil, adalah waktu yang sangat menyenangkan dan membahagiakan.

Jadikan pula waktu – waktu ibadah Anda sebagai waktu emas untuk me time dan untuk refresh, sehingga Anda tak akan pernah merasa menjadi orang yang ‘kurang piknik’.

Suami Anda pun akan bahagia, karena ketika ia butuh ditemani, Anda selalu siap sedia bersamanya. Tentu dengan kunci pengelolaan waktu yang baik.



4. Kekuatan Delegasi

Dari plot waktu di atas, Anda akan melihat, manakah kegiatan yang paling menyita waktu Anda? Apakah bisa didelegasikan?

Jika sebelum ini Anda mendelegasikan si kecil kepada pihak lain, maka kali ini si kecil adalah kewajiban Anda. Namun, mungkin juga Anda perlu mendelegasikan kewajiban mendidik si kecil ini ke pihak lain seperti sekolah maupun bimbingan belajar. Tentu saja semua ada dalam pengawasan ketat Anda.

Aktivitas lain seperti perawatan rumah dan pakaian, jika bisa dan diizinkan oleh suami untuk didelegasikan, maka delegasikanlah. Dan gunakanlah waktu emas tersebut untuk berkarya dan bermanfaat bagi orang lain.



5. Sikap Mental Positif

Dalam melakukan aktivitas di atas tentu Anda perlu memiliki kesehatan yang prima. Jangan lupa jaga kesehatan Anda dengan pola makan yang sehat dan alami. Dan yang paling penting ialah menjaga kesehatan mental Anda.

Jadilah orang yang bermental positif, memiliki pikiran dan perasaan yang positif. Detail lebih lanjut bagus sekali bila Anda membaca buku Rahasia Magnet Rezeki karya Ust. Nasrullah. Judulnya memang seolah untuk menarik rezeki, tapi isinya? Luar biasa! dan telah mengubah hidup ribuan bahkan jutaan orang.

Buku ini diriset secara mendalam dari berbagai sumber di dalam dan luar negeri. Yang lebih penting Alquran dan Hadits digunakan sebagai pedoman utama penyusunan buku ini dan pengalaman tinggi dari Ust. Nasrullah sendiri serta jamaahnya. Bahasanya mudah sekali dibaca, dan sangat baik dipraktekkan. Buku ini banyak terdapat di Gramedia (best seller), maupun dapat Anda beli secara online.



6. Tingkatkan Pengetahuan

Dari alokasi waktu di atas, masukkan pula jadwal untuk meningkatkan pengetahuan. Baik dengan mengikuti kelas offline, online maupun dengan cara membaca buku. Ingatlah bahwa Allah akan meninggikan orang yang berilmu beberapa derajat.

Pengetahuan Anda yang luas berpengaruh pula pada ketebalan kantung Anda.

Selalulah terbuka akan ilmu baru dan tangkap!



7. Tingkatkan Relasi

Silaturahim kunci rezeki, ya itu betul. Tentunya ketika silaturahim Anda niatkan dengan tulus untuk mencari ridho Allah, dan sambung silaturahim. Tingkatkan relasi dengan berjumpa dengan orang – orang baru (bisa secara online), serta menjaga hubungan baik dengan relasi lama Anda.

Relasi yang kuat, relasi yang banyak memang betul dapat mendatangkan referensi yang menambah pundi – pundi penghasilan Anda. Selain itu Anda juga bisa mendapatkan informasi eksklusif yang bermanfaat untuk Anda.



Demikianlah, tips hari ini. Mungkin Anda bertanya – tanya, lalu jenis pekerjaan apa yang cocok untuk Anda di rumah?

Hal ini sebaiknya sesuai hobby Anda, sesuai passion serta minat dan bakat Anda, karena Anda akan lebih bahagia dalam menjalankannya!

Jika Anda masih penasaran dan serius, japri saja ya :). Kita bisa banyak sekali sharing. Karena saya harap tulisan saya bisa bermanfaat :).



Mohon maaf yaaa… jika ada salah dalam perkataan saya yang mungkin menyinggung Anda. Kebenaran datangnya hanya dari Allah, dan jika ada kesalahan pasti itu adalah salah saya.

Sekian dan terimakasih sudah menemani sampai titik ini. ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Instagram